This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Entri Populer

Selasa, 04 Desember 2012

Barang Kena Pajak Strategis Bebas PPN


Kamis, 26 Juli 2012 - 09:11

DASAR HUKUM
  1. Undang-undang PPN Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 Pasal 16B
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007 tentang Impor dan/atau Penyerahan BKP tertentu yang bersifat strategis yang dibebaskan dari pengenaan PPN
  3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.03/2008 tentang pelaksanaan PPN yang dibebaskan atas impor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersifat strategis
  4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-234/PJ/2003 tentang tata cara pemberian dan penatausahaan PPN yang dibebaskan atas impor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersifat strategis
  5. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-95/PJ/2010 tentang penegasan perlakuan PPN atas BKP dan/atau JKP tertentu dan/atau BKP Tertentu yang bersifat strategis yang diekspor dan barang hasil pertanian yang bersifat strategis yang dibebaskan dari pengenaan PPN
Pajak Masukan yang dibayar untuk perolehan BKP dan/atau perolehan JKP yang atas penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN tidak dapat dikreditkan.(Pasal 16B ayat (3) UU No.42 Tahun 2009)
JENIS BKP YANG DIBEBASKAN (Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.03/2008)
  1. Barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik, baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas, tidak termasuk suku cadang, yang digunakan secara langsung dalam proses menghasilkan Barang Kena Pajak (harus menggunakan SKB). Tatacara permohonan SKB PPN untuk barang modal terdapat pada Lampiran I Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-234/PJ/2003.
  2. Makanan ternak, unggas dan ikan dan/atau bahan baku untuk pembuatan makanan ternak, unggas dan ikan. impor/ penyerahannya tidak memerlukan permohonan SKB PPN.
  3. Barang hasil pertanian (terbatas pada jenis BKP yang terdapat pada lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2007. Impor/penyerahannya tidak memerlukan permohonan SKB PPN.
  4. Bibit dan/atau benih dari barang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, penangkaran, atau perikanan
  5. Air bersih yang dialirkan melalui pipa oleh Perusahaan Air Minum. Yang dimaksud dengan Perusahaan Air Minum adalah perusahaan air minum milik pemerintah atau swasta, baik merupakan kegiatan dari satu divisi atau seluruh divisi dari perusahaan tersebut yang dalam kegiatan usahanya menghasilkan dan melakukan penyerahan air bersih. ( lebih lanjut diatur pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-118/PJ/2009). Penyerahannya tidak memerlukan permohonan SKB PPN.
  6. Listrik, kecuali untuk perumahan dengan daya di atas 6.600 (enam ribu enam ratus) watt. penyerahannya tidak memerlukan permohonan SKB PPN.
  7. Rumah Susun Sederhana Milik (RUSUNAMI) dengan kriteria tertentu (Pasal 1 angka 5 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.03/2008). Penyerahannya tidak memerlukan permohonan SKB PPN.
KETENTUAN UMUM
  1. Orang atau badan yang melakukan penyerahan BKP Tertentu yang bersifat strategis yang dibebaskan dari PPN wajib melaporkan usahanya kepada DJP untuk dikukuhkan sebagai PKP Sesuai dengan ketentuan perpajakan  yang berlaku.
  2. Menyimpang dari ketentuan pada nomor 1 diatas, terhadap orang atau badan yang semata-mata melakukan penyerahan BKP Tertentu yang bersifat Strategis berupa air bersih (yang dialirkan melalui pipa oleh Perusahaan Air Minum) dan listrik (kecuali untuk perumahan dengan daya di atas 6.600 (enam ribu enam ratus) watt), tidak diwajibkan melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP (Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.03/2008 pasal 6 ayat 2)
  3. Pengusaha Kena Pajak yang menyerahkan BKP tertentu yang bersifat strategis wajib menerbitkan Faktur Pajak dan membubuhkan cap "PPN DIBEBASKAN SESUAI PP NO 12 TAHUN 2001 SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN PP NOMOR 31 TAHUN 2007." (Pasal 6 ayat (3) PMK 31/PMK.03/2008)
  4. Atas Impor BKP Tertentu yang bersifat strategis yang dibebaskan dari pengenaan PPN tidak diperlukan SSP.
  5. Pemberitahuan Impor Barang (PIB) atas impor BKP dibubuhi cap "PPN DIBEBASKAN SESUAI PP NO 12 TAHUN 2001 SEBAGAIMANA TELAH BEBERAPA KALI DIUBAH TERAKHIR DENGAN PP NOMOR 31 TAHUN 2007 oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai";.(Pasal 5 ayat (6) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.03/2008)
ISI SE-95/PJ/2010
  1. BKP Tertentu dan/atau JKP Tertentu dan/atau BKP Tertentu yang bersifat strategis yang diekspor tetap dikenai PPN dengan tarif 0%
  2. PPN yang dibayar oleh PKP untuk menghasilkan BKP Tertentu dan/atau JKP Tertentu dan/atau BKP Tertentu yang bersifat strategis yang diekspor tetap dapat dikreditkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan
  3. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 mulai 1 April 2010 maka :
    1. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2007; dan
    2. Peraturan Pemerintah Nomor 146 tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan; Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2003;
    masih tetap berlaku sampai dengan terbitnya Peraturan Pemerintah yang menggantikan Peraturan Pemerintah  tersebut sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaiman telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009.
  4. Khusus untuk barang hasil pertanian sebagaimana ditetapkan dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2007 tetap berlaku sebagai BKP Tertentu yang bersifat strategis kecuali untuk daging, telur, susu, sayuran dan buah-buahan yang telah ditetapkan sebagai barang yang tidak dikenai PPN sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 4A Undang-Undang PPN.

    sumber :http://www.depkeu.go.id/Ind/
     

Minggu, 02 Desember 2012

Seri Koperasi - Perpajakan Bagi Koperasi

Pendahuluan
Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan ditegaskan bahwa Badan adalah sekumpulan orang dan/atau yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.
Berdasarkan ketentuan tersebut maka Koperasi termasuk sebagai Wajib Pajak badan yang ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu.
Secara umum kewajiban perpajakan koperasi adalah :
  1. Mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP dan/atau PKP
  2. Menyetorkan dan Melaporkan Pajak Penghasilan Badan
  3. Melakukan Pemotongan Pajak Penghasilan
  4. Melakukan Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai
Mendaftarkan diri untuk mendapatkan NPWP
  1. Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor yang diberikan kepada Wajib ajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
  2. Data pendukung yang perlu disiapkan oleh Wajib Pajak untuk mengisi formulir permohonan pendaftaran untuk mendapatkan NPWP:
    1. Akte Pendirian dan perubahan atau surat penunjukan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap;
    2. NPWP pimpinan/penanggung jawab badan (koperasi);
    3. Kartu Tanda Penduduk bagi penduduk Indonesia, atau paspor bagi orang asing sebagai penanggung jawab;
Pelaporan Usaha untuk Pengukuhan PKP
Koperasi yang sampai dengan suatu masa pajak dalam suatu tahun buku seluruh nilai peredaran bruto telah melampaui batasan yang ditentukan sebagai pengusaha kecil (600 Juta), wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP paling lambat akhir masa pajak berikutnya. Dengan pengukuhan sebagai PKP maka Koperasi terikat pemenuhan kewajiban Pajak Pertambahan Nilai.

Menghitung, Menyetorkan dan Melaporkan Pajak Penghasilan Koperasi
Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk :
  1. penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun atau imbalan dalam bentuk lainnya kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang Pajak Penghasilan;
  2. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan dan penghargaan;
  3. laba usaha;
  4. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk:
    1. keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal;
    2. keuntungan yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu atau anggota ;
    3. keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran, pemecahan atau pengambilalihan usaha;
    4. keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan atau sumbangan, kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, dan badan keagamaan atau badan pendidikan atau badan sosial atau pengusaha kecil termasuk koperasi yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan, kepemilikan atau penguasaan antara pihak-pihak yang bersangkutan;
    5. keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan, tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalam perusahaan pertambangan.
  5. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya;
  6. bunga termasuk premium, diskonto dan imbalan karena jaminan pengembalian utang;
  7. dividen dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;
  8. royalty atau imbalan atas penggunaan hak;
  9. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
  10. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala;
  11. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
  12. keuntungan karena selisih kurs mata uang asing;
  13. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva;
  14. premi asuransi;
  15. iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari WP yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas;
  16. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak;
  17. penghasilan dari usaha berbasis syariah;
  18. imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur mengenai Ketentuan umum dan Tata Cara Perpajakan;
  19. surplus Bank Indonesia.
Menghitung Penghasilan Kena Pajak setahun
Biaya-biaya Operasional           Rp. BBBB
Penghasilan Neto                      Rp. CCCC
Koreksi Fiskal (positif/negatif) Rp. DDDD
Penghasilan Kena Pajak             Rp. XXXX
Biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan, termasuk:
  1. biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara lain:
    1. biaya pembelian bahan;
    2. biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah, gaji,honorarium, bonus, gratifikasi, dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang;
    3. bunga, sewa, dan royalti;
    4. biaya perjalanan;
    5. biaya pengolahan limbah;
    6. premi asuransi;
    7. biaya promosi dan penjualan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan;
    8. biaya administrasi; dan
    9. pajak kecuali Pajak Penghasilan;
  2. penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan Pasal 11A;
  3. iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan;
  4. kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan;
  5. kerugian selisih kurs mata uang asing;
  6. biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia;
  7. biaya beasiswa, magang, dan pelatihan;
  8. piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih dengan syarat:
    1. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi komersial;
    2. Wajib Pajak harus menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada Direktorat Jenderal Pajak; dan
    3. telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara; atau adanya perjanjian tertulis mengenai penghapusan piutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan; atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus; atau adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah dihapuskan untuk jumlah utang tertentu;
    4. syarat sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku untuk penghapusan piutang tak tertagih debitur kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf k UU Pajak Penghasilan;
    yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan;
  9. sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;
  10. sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan
    di Indonesia yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;
  11. biaya pembangunan infrastruktur sosial yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah;
  12. sumbangan fasilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah; dan
  13. sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:
  1. pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen, termasuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;
  2. biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota;
  3. pembentukan atau pemupukan dana cadangan, kecuali:
    1. cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain yang menyalurkan kredit, sewa guna usaha dengan hak opsi, perusahaan pembiayaan konsumen, dan perusahaan anjak piutang;
    2. cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial;
    3. cadangan penjaminan untuk Lembaga Penjamin Simpanan;
    4. cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan;
    5. cadangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan; dan
    6. cadangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk usaha pengolahan limbah industri, yang ketentuan dan syarat-syaratnya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan;
  4. premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi, kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan;
  5. penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan;
  6. jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan;
  7. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b, kecuali sumbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf i sampai dengan huruf m UU Pajak Penghasilan serta zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;
  8. Pajak Penghasilan;
  9. biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orang yang menjadi tanggungannya;
  10. gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham;
  11. sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan.
Menghitung Pajak Terhutang
  1. Penghasilan Kena Pajak dikalikan dengan tarif Pasal 17 ayat (1) huruf b UU Pajak Penghasilan sebagai berikut:
    Lapisan Penghasilan Kena PajakTarif Pajak
    untuk seluruh lapisan Penghasilan Kena Pajak28%
    * Mulai Tahun Pajak 2010, tarif Pasal 17 ayat (1) huruf b menjadi 25%.
    Contoh:
    Penghasilan Kena Pajak Rp. 51.000.000.000,00, maka perhitungan pajak terutangnya:
    28% X Rp. 51.000.000.000,00 = Rp. 14.280.000.000,00
  2. Koperasi yang peredaran bruto setahun tidak melebihi Rp 50.000.000.000,00 dan Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto tidak melebihi Rp4.800.000.000,00.
    Contoh : Peredaran bruto sebesar Rp30.000.000.000,00 dengan Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp3.000.000.000,00
    Cara penghitungannya :
    1. Jumlah PKP dari bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas:
      (Rp4.800.000.000,00 : Rp30.000.000.000,00) x Rp3.000.000.000,00 =
      Rp480.000.000,00
    2. Jumlah PKP dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas: Rp3.000.000.000,00-Rp480.000.000,00 = Rp2.520.000.000
    Pajak Penghasilan yang terutang:
    1. (50% x 28%) x Rp480.000.000,00 = Rp 67.200.000,00
    2. 28% x Rp2.520.000.000,00 = Rp705.600.000,00 (+)
    Jumlah Pajak Penghasilan yang terutang Rp772.800.000,00
Melakukan Pemotongan Pajak Penghasilan
  1. PPh Final/ Pasal 4 ayat (2)
    1. 10% dari jumlah bruto nilai persewaan tanah dan atau bangunan dan bersifat final.
    2. 5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dan bersifat final.
    3. 1% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas Rumah Sederhana dan Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh WP yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
    4. 25% dari jumlah bruto hadiah undian (nilai uang atau nilai pasar apabila hadiah tersebut diserahkan dalam bentuk natura).
    5. 2% dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak penyedia jasa pelaksanaan konstruksi bagi yang bersertifikasi usaha kecil, dan bersifat final.
    6. 3% dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak penyedia jasa pelaksanaan konstruksi bagi yang bersertifikasi usaha menengah dan besar, dan bersifat final.
    7. 4% dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak penyedia jasa pelaksanaan konstruksi bagi yang tidak bersertifikasi usaha konstruksi, dan bersifat final.
    8. 4% dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak penyedia jasa perencanaan dan pengawasan konstruksi bagi yang bersertifikasi usaha konstruksi, dan bersifat final.
    9. 6% dari jumlah bruto, yang diterima Wajib Pajak penyedia jasa perencanaan konstruksi dan jasa pengawasan konstruksi bagi yang tidak bersertifikasi usaha konstruksi, dan bersifat final.
  2. PPh Pasal 21 atas Penghasilan Karyawan
    PPh Pasal 21 merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh orang pribadi dari pekerjaan, jasa atau kegiatan yang dilakukannya
    Cara Perhitungan:
    Penghasilan Bruto                                                Rp. AAAA
    Dikurangi:
    1. Biaya Jabatan                                                 Rp. BBBB
      (5% X Pengh.Bruto max: Rp6.000.000 pertahun)
    2. Iuran lain yang terikat penghasilan tetap      Rp. CCCC
    Penghasilan Neto                                                 Rp. DDDD
    Dikurangi PTKP *)                                                 Rp. EEEE
    Penghasilan Kena Pajak                                        Rp. FFFF
    Kemudian Penghasilan Kena Pajak tersebut dikalikan Tarif Pasal 17 sbb:
    Penghasilan Kena PajakTarif
    s.d. Rp 50.000.0005%
    diatas Rp 50.000.000 s.d. Rp 250.000.00015%
    diatas Rp 250.000.000 s.d. Rp 500.000.00025%
    diatas Rp 500.000.00030%

    *) PTKP adalah penghasilan tidak kena pajak yang diberikan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dengan ketentuan sebagai berikut:
    KeteranganStatusPTKP
    WP tidak kawin dan tidak memiliki tanggunganTK/0Rp.15.840.000
    WP tidak kawin dan memiliki tanggungan 1 orangTK/1Rp.17.160.000
    WP tidak kawin dan memiliki tanggungan 2 orangTK/2Rp.18.480.000
    WP tidak kawin dan memiliki tanggungan 3 orangTK/3Rp.19.800.000
    WP kawin dan tidak memiliki tanggunganK/0Rp.17.160.000
    WP Kawin dan memiliki tanggungan 1 orangK/1Rp.18.480.000
    WP Kawin dan memiliki tanggungan 2 orangK/2Rp.19.800.000
    WP Kawin dan memiliki tanggungan 3 orangK/3Rp.21.120.000
  3. Kewajiban Pemotongan PPh Pasal 23
    1. sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto atas :
      • dividen;
      • bunga;
      • royalti;
      • hadiah dan penghargaan selain yang telah dipotong Pajak Penghasilan Pasal 21;
    2. sebesar 2% (dua persen) dari penghasilan bruto tanpa PPN atas penghasilan dari jasa lainnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 244/PMK.03/2008 yang terbit tanggal 31 Desember 2008.
Kewajiban perpajakan di bidang PPN
Jika Koperasi melakukan penyerahan Barang Kena Pajak maupun Jasa Kena
Pajak dan peredaran bruto setahun telah melebihi Rp600.00.000,00 , maka koperasi memiliki kewajiban melakukan pemungutan PPN sebesar 10%, serta menyetorkan dan melaporkan PPN yang terhutang setiap bulan.
Pada prinsipnya seluruh Barang dan Jasa merupakan Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak kecuali atas barang-barang dan jasa-jasa yang dikecualikan sebagai berikut:
  1. Kelompok Barang yang Tidak dikenai PPN:
    1. barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, yaitu : minyak mentah (crude oil), gas bumi, panas bumi, pasir dan kerikil, batubara sebelum diproses menjadi briket batubara dan bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, dan bijih perak serta bijih bauksit;
    2. barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak, yaitu : beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, dan garam baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium;
    3. makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat ataupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh jasa boga atau catering;
    4. uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.
  2. Kelompok Jasa yang Tidak dikenai PPN
    1. jasa pelayanan kesehatan medis;
    2. jasa pelayanan sosial;
    3. jasa pengiriman surat dengan perangko;
    4. jasa keuangan;
    5. jasa asuransi;
    6. jasa keagamaan;
    7. jasa pendidikan;
    8. jasa kesenian dan hiburan;
    9. jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan;
    10. jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri;
    11. jasa tenaga kerja;
    12. jasa perhotelan;
    13. jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan
      pemerintahan secara umum;
    14. jasa penyediaan tempat parkir;
    15. jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam;
    16. jasa pengiriman uang dengan wesel pos; dan
    17. jasa boga atau katering.
      Mekanisme Pajak Keluaran
      Pajak keluaran;                                    Rp.XXXX
      (10% kali nilai DPP atas penjualan)
      Pajak Masukan;                                   Rp.YYYY (-)
      (10% kali nilai DPP atas penjualan)
      PPN yang kurang (lebih) bayar;            Rp.ZZZZ

    Perhitungan tersebut dilaporkan dalam SPT Masa PPN setiap bulan dengan menggunakan formulir 1107 atau menggunakan e-SPT DJP yaitu program SPT Masa PPN yang dibagikan secara gratis oleh DJP.
    Perlakuan Khusus Perpajakan untuk Koperasi
    1. Atas penghasilan berupa bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi dipotong pajak sebesar 10% (sepuluh persen) dari jumlah bruto bunga berupa bunga simpanan lebih dari Rp240.000,00 per bulan dan bersifat final.
    2. Atas penghasilan berupa bunga simpanan koperasi yang tidak melebihi batas yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah, yaitu Rp240.000,00 sebulan yang dibayarkan koperasi kepada anggotanya tidak dipotong Pajak Penghasilan Final (PP No. 15 Tahun 2009).

    NoJenis PenghasilanTarif
    1Dividen, Bunga, Royalti, Hadiah;15%
    2Sewa dan penghasilan lain sehubungan penggunaan harta kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan pengggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)2%
    3Imbalan jasa selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf c angka 2 Undang-undang PPh :
    1. Jasa penilai;
    2. Jasa aktuaris;
    3. Jasa akuntansi, pembukuan dan atestasi laporan keuangan;
    4. Jasa perancang;
    5. Jasa pengeboran (jasa drilling) di bidang migas;
    6. Jasa penunjang migas;
    7. Jasa penambangan dan jasa penunjang penambangan selain migas;
    8. Jasa penunjang penerbangan dan bandara;
    9. Jasa penebangan hutan termasuk land clearing;
    10. Jasa pengolahan/pembuangan limbah;
    11. Jasa penyedia tenaga kerja;
    12. Jasa perantara dan/atau keagenan;
    13. Jasa perdagangan surat berharga kecuali oleh Bursa Efek, KSEI, dan KPEI;
    14. Jasa kustodian/penyimpanan/penitipan kecuali oleh KSEI;
    15. Jasa pengisian suara dan/atau sulih suara;
    16. Jasa mixing film;
    17. Jasa software komputer,termasuk perawatan, pemeliharaan & perbaikan;
    18. Jasa instalasi/pemasangan mesin, listrik/ telepon/ air/ gas /AC/ TV kabel, selain yang dilakukan oleh WP yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi;
    19. Perawatan/pemeliharaan/perbaikan mesin, listrik / telepon/ air / gas /AC / TV kabel, alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan, selain yang dilakukan oleh WP yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi;
    20. Jasa maklon, jasa penyelidikan dan keamanan, jasa penyelenggaraan kegiatan/event organizer, jasa pengepakan;
    21. Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media massa, media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi, jasa pembasmian hama & jasa pembersihan, jasa catering/tata boga

     sumber :http://www.pajak.go.id

Fenomena Politik Suap Kepala Daerah: Masalah dan Solusinya

 

I. Pendahuluan
Praktik suap menyuap di Indonesia sudah menjadi kebiasaan yang lumrah. Khususnya dalam institusi pelayanan yang berkaitan dengan publik. Memberikan uang atau barang dalam rangka mempercepat proses yang berkaitan dengan birokrasi. Pemberian itu sebagai tanda agar dipercepat urusannya tanpa melalui mekanisme yang berlaku.
Terlalu lumrahnya praktik kotor ini, Deputi Bidang Informasi dan Data KPK DR M Syamsya Ardisasmita DEA menyebutkan, Transparency International, sebuah organisasi non-pemerintah yang giat mendorong pemberantasan korupsi, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling korup di dunia. Berdasarkan hasil surveynya, Indonesia nilai Indeks Persepsi Korupsinya (IPK) pada tahun 2005 adalah 2,2 (nilai nol sangat korup dan nilai 10 sangat bersih. Indonesia jatuh pada urutan ke-137 dari 159 negara yang disurvei. IPK ini merupakan hasil survei tahunan yang mencerminkan persepsi masyarakat internasional maupun nasional (mayoritas pengusaha) terhadap tingkat korupsi di suatu negara.
Hasil tersebut tidak jauh berbeda dengan Survey Nasional Korupsi yang dilakukan oleh Partnership for Governance reform yang dikutip Demartoto (2007). Hampir setengahnya atau 48 persen dari jumlah pejabat yang ada di Indonesia pernah menerima pembayaran tidak resmi alias suap.
Baru-baru ini, contoh pejabat publik yang terjerat kasus suap adalah Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad. Pada Oktober 2011 lalu, Wali Kota Bekasi Moctar Muhammad sujud syukur setelah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung memvonis bebas. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, Mahkamah Agung (MA) menganulir keputusan bebas Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (7/3/2012). MA berdalih bahwa politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu terbukti menyuap dan menerima suap.
MA menjelaskan, Mochtar terbukti melakukan penyuapan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jawa Barat. Modusnya, ia meminta pimpinan satuan kerja di Pemerintah Kota Bekasi untuk menyisihkan dua persen uang proyek sampai terkumpul Rp 4,5 miliar. Atas perintah Mochtar, Rp 4 miliar itu diberikan kepada anggota DPRD Jawa Barat agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi segera disetujui.
Kasus serupa menimpa Soemarmo, wali kota Semarang. Pria yang juga diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menjadi tersangka dalam kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2012. Pria yang sebelumnya berkarir sebagai sekretaris daerah ini telah ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Cipinang selama 20 hari Sejak 30 Maret lalu.
Kasusnya teruangkap setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap 2 Anggota DPRD Sumartono dan Agung Pumo Sarjono serta Sekda Akhmat Zaenuri pada Oktober 2011 lalu. Ketiganya telah ditahan lebih dulu.
II. Suap: Pengertian dan Faktor Penyebabnya
Muladi (dalam Alkostar, 2008, h.10) menjelaskan, suap (bribery) bermula dari kata briberie (Prancis) yang artinya begging (mengemis) atau vagrancy (penggelandang). Dalam bahasa Latin disebut briba, yang artinya ‘a piece of bread given to beggar’ (sepotong roti yang diberikan kepada pengemis. Seiring dengan berjalannya waktu, bribe bermakna “sedekah’ (alms), blackmail atau extortion (pemerasan) dalam kaitannya dengan pemberian atau hadiah yang diterima atau diberikan dengan maksud untuk mempengaruhi secara jahat atau korup.
Tidak jauh berbeda, Campbell (dalam Alkostar 2008, h.10) bribery juga bisa berarti the offering, giving, receiving or soliciting of someting of value for the purpose of influence the action an official in the discharge of his of her public or legal duties. Penawaran, pemberian, penerimaan atau pengumpulan sesuatu yang berharga dengan tujuan untuk mempengaruhi tindakan pegawai dalam pelaksanaan tugasnya secara umum atau legal.
Sementara Transparansi International (dalam Simanjuntak, 2008, h.1) mendefinisikan secara operasional, suap itu merupakan tindakan membayar uang secara ilegal untuk mendapatkan keuntungan atau kemudahan dalam proses birokrasi.
Muladi menilai, suap menyuap yang dilakukan secara bersama-sama dengan penggelapan dana-dana publik sering disebut sebagai inti dari tindak pidana korupsi. Wikipedia Indonesia menjelaskan (dalam www.wikipedia.org), korupsi dalam bahasa Latin berarti corruptio. Kata kerjanya corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik dan menyogok. Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat baik politikus atau politisi maupun pegawai negeri yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Dari sudut pandang hukum, unsur-unsur yang mencakup tindak pidana korupsi; perbuatan melawan hukum; penyalahgunaan kewenangan, kesempatan atau sarana prasana; memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi; merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Selain itu, masih merujuk pada Wikipedia, yang masuk dalam tindak pidana korupsi: memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan); penggelapan dalam jabatan; pemerasan dalam jabatan; ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara; terakhir, menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara).
Menurut Juniadi Soewartojo (dalam Demartoto, 2007, h. 22-35), korupsi adalah tingkah laku atau tindakan seseorang atau lebih yang melanggar norma-norma dengan menggunakan atau menyalahgunakan kekuasaan atau kesempatan melalui proses pengadaan, penetapan pungutan, penerima atau pemberian fasilitas atau jasa lainnya, yang dilakukan dalam kegiatan penerimaan dan atau pengeluaran uang atau kekayaan, penyimpanan uang atau kekayaan, serta dalam perizinan atau jasa lainnya dengan tujuan pribadi atau golongannya sehingga langsung atau tidak langsung merugikan kepentingan dan atau keuangan dan atau kekayaan negara atau masyarakat.
Wertheim (dalam Revida, 2003, h.2), seseorang pejabat publik dikatakan melakukan tindakan korupsi bila ia menerima hadiah dari seseorang yang bertujuan mempengaruhinya agar ia mengambil keputusan yang menguntungkan kepentingan si pemberi hadiah. Kadang-kadang, orang yang menawarkan hadiah dalam bentuk jasa juga termasuk dalam korupsi.
Sedangkan Masyarakat Transparansi Indonesia (dalam Renaldi, 2007, h.54) memberikan pengertian bahwa tindakan disebut korupsi apabila suatu perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian. Dalam praktiknya, korupsi lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubunganya dengan jabatan tanpa ada catatan administrasi.
Ada pun menurut sudut pandang hukum, suatu tindakan dinyatakan sebagai korupsi telah dijelaskan secara jelas dalam 13 pasal dalam UU No. 31 Tahun 1999 yang telah direvisi menjadi UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Berdasarkan pasar-pasal tersebut korupsi dirumuskan kedalam 30 jenis tidak pidana korupsi. Pasal-pasal tersebut menerangkan secara gamblang mengenai perbuatan yang bisa dikenalkan sanksi pidana korupsi. Ketigapuluh bentuk tindak pidana korupsi itu dikelompokan menjadi tujuh:
1. Kerugian keuangan negara
2. Suap menyuap
3. Penggelapan dalam jabatan
4. Pemerasan
5. Perbuatan curang
6. Benturan dalam pengadaan
7. Gratifikasi.
Ciri-ciri korupsi ini, menurut Alatas (1981) dalam Demartoto (2007, h.89-102), diantaranya: pertama, dilakukan secara berjamaah. Kedua, bersifat rahasia dalam bertindak. Ketiga, melibatkan kewajiban dan timbal balik, dimana kewajiban atau keuntungan itu tidak melulu berupa uang. Ada pun penyebab tumbuh suburnya korupsi adalah adalah:
a. Ketiadaan kelemahan kepemimpinan dalam posisi-posisi kunci yang mampu memberikan ilham dan mempengaruhi tindakan laku yang menjinakan korupsi.
b. Kelemahan pengajaran-pengajaran agama dan etika.
c. Peninggalan jaman kolonial.
d. Kurangnya pendidikan.
e. Tiadanya tindakan hukum yang keras
f. Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku anti korupsi.
Penelitian Sing (1974) dalam Revida (2003, h.2) menemukan bahwa terjadinya korupsi di India adalah karena kelemahan moral (41,3 %), tekanan ekonomi (23,8 %), hambatan struktur administrasi (17,2%) hambatan struktur sosial (7,08 %). Merican (1971) dalam Revida (2003, h.3) mengurai sebab-sebab korupsi adalah peninggalan pemerintahan kolonial, kemiskinan dan ketidaksamaan, gaji yang rendah, pengaturan yang bertele-tele dan pengetahuan yang tidak cukup dari bidangnya. Sementara Ainan (1982) dalam Revida (2003, h.3), tindakan korupsi yang begitu marak bisa disebabkan karena;
a. Perumusan perundang-undangan yang kurang sempurna.
b. Administrasi yang lamban, mahal dan tidak luwes.
c. Tradisi untuk menambah penghasilan yang kurang dari pejabat pemerintah dengan upeti atau suap.
d. Korupsi dianggap biasa, tidak dianggap bertentangan dengan moral, sehingga orang berlomba-loma untuk korupsi.
e. Di India, misalnya menyuap jarang dikutuk selama menyuap tidak dapat dihindarkan.
f. Lain dengan di Nigeria, orang tidak dapat menolak suapan dan korupsi kecuali menganggap telah berlebihan harta dan kekayaannya.
g. Ketika orang tidak menghargai aturan-aturan resmi dan tujuan organisasi pemerintah, mengapa orang harus mempersoalkan korupsi.
Dari pendapat para ahli itu, bisa penulis bisa menyimpulkan bahwa sebab-sebab tumbuh suburnya korupsi tidak lepas dari: income atau pendapatan seorang pegawai yang kurang sehingga untuk menambah pengahasilannya, ia berkorupsi atau menerima sogokan. Kedua, masih ada kaitannya dengan faktor yang pertama, adalah mental pegawai yang ingin cepat kaya dengan cara instan sehingga melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
Ketiga, tindakan korupsi tidak bisa lepas dari sejarah masa lalu, atau peninggalan kolonialisme. Bangsa Indonesia telah dijajah selama 3,5 abad oleh Belanda. Tidak bisa lepas dari masa lalu. Keempat, nilai-nilai atau pemahaman etika yang minim dari para pelaku pengambil kebijakan atau pegawai. Kelima, penegakan hukum yang masih kurang. Setumpuk peraturan baik itu perundang-undangan atau peraturan lain dibuat, namun tidak dilaksanakan sehingga menjadi macan kertas saja yang tidak berfungsi apa-apa.
III. Dampak Suap-Menyuap
Korupsi termasuk di dalamnya suap-menyuap memberikan dampak yang sangat luar biasa terhadap tatanan roda pemerintahan. Nye (dalam Revida, 2003, h.3) menjelaskan bahwa akibat dari tindak pidana korupsi menjadikan: pertama, pemboroan sumber-sumber, modal yang lari, gangguan terhadap penanaman modal, terbuangnya keahlian serta bantuan yang lenyap. Kedua, ketidakstabilan, revolusi sosial, pengambilalihan kekuasaan oleh militer, menimbulkan ketimpangan sosial budaya. Ketiga, pengurangan kemampuan aparatur pemerintah, pengurangan kapasitas administrasi, hilangnya kewibawaan administrasi.
Sedangkan Mc Mullan (1961) dalam Revida (2003, h.3) menyatakan bahwa korupsi memiliki dampak yang sangat signifikan. Pertama, ketidakefisienan, ketidakadilan, rakyat tidak mempercayai pemerintah, memboroskan sumber-sumber negara, tidak mendorong perusahaan untuk berusaha terutama perusaah asing, ketidakstabilan politik, pembatasan dalam kebijakan pemerintah dan tidak represif.
Dari uraian tersebut bisa disimpulkan bahwa bila suap-menyuap tidak diberantas, maka kepercayaan masyakarat terhadap pemerintah akan berkurang. Sehingga mereka akan melakukan caranya sendiri-sendiri dalam menyelesaikan setiap masalah terutama yang berurusan dengan hukum.
Selain itu, suap menyuap juga menjadikan biaya operasional pemerintahan menjadi membengkak. Anggaran yang seharusnya diprioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat, malah masuk ke kantong-kantong pribadi pejabat, atau memperkaya diri.
IV. Solusi
Lalu bagaimanakah menindak pola suap dan korupsi ini? World Bank (dalam Demartoto, 2007, h. 89-102) memberikan tiga rekomendasi bahwa pemberantasan tindak pidana korupsi dibutuhkan penyelesaian yang komprehensif. Yaitu, pertama, membangun birokasi yang berdasarkan ketentuan hukum dengan struktur penggajian yang menghargai para pegawai negeri atas kejujurannya. Rekrutmen berdasarkan prestasi dan sistem promosi haruslah diberdayakan sehingga dapat mencegah intervensi politik. Kontrol keuangan yang kredibel juga harus diberdayakan untuk mencegah terjadinya penggunaan dana publik secara arbitrasi.
Kedua, menutup kemungkinan bagi para pegawai untuk melakukan tindakan-tindakan koruptif dengan mengurangi otoritas penuh mereka, baik dalam perumusan kebijakan maupun dalam pengelolaan keuangan. Ketiga, menegakan akuntabilitas para pegawai pemerintah dengan memperkuat monitoring dan mekanisme hukuman, lembaga-lembaga publik juga hendaknya memberdayakan fungsi kontrol dan pengawasan publik.
Sedangkan Organisation for Economic Co-Operation Development (OECD) (dalam Jeremy Pope, 2008) telah mengembangkan prinsip-prinsip untuk memberantas korupsi secara sistematik. Prinsip-prinsip ini dapat disesuaikan dengan keadaan setiap negara. Sekalipun tidak memadai, prinsip-prinsip ini bisa digunakan acuan. Prinsip tersebut adalah:
a. Standar etika pelayanan publik harus jelas.
b. Standar etika ini harus tercermin dalam kerangka hukum.
c. Harus tersedia pedoman etika bagi pegawai negeri.
d. Pegawai negri harus tahu hak dan kewajiban ketika dihadapkan pada prilaku tercela.
e. Dukungan kemauan politik pada etika dapat memperkuat perilaku etis pada pegawai negeri.
f. Proses pengambilan keputusan harus transparan dan terbuka untuk diuji.
g. Harus ada pedoman yangjelas untuk interaksi sektor publi dengan sektor swasta.
h. Pimpinan harus memberikan teladan dan mendorong perilaku beretika.
i. Kebijakan pengelolaan perilaku prosedur dan praktik beretika harus mendorong perilaku beretika itu sendiri.
j. Persyaratan kerja pelayanan publik dan pengelolaan sumber daya manus harus dapat mendorong perilkau beretika.
k. Harus ada mekanisme pertanggungjawaban yang memadai dalam pelayanan publik.
l. Harus ada prosedur dan sanksi yang tepat untuk menghadapi perilaku tercela.
Kartono (1983) dalam Revida (2003, h.4) memberikan saran untuk pembasmian korupsi sebagai berikut: Pertama, adanya kesadaran rakyat untuk ikut memikul tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial, dengan bersifat acuh tak acuh. Kedua, menanamkan aspirasi nasional yang positif yang mengutakan kepentingan bangsa. Ketiga, para pemimpin dan pejabat memberikan teladan, memberantas dan menindak korupsi.
Keempat, adanya sanksi dan kekuatan untuk menindak, memberantas dan menghukum tindak korupsi. Kelima, mereorganisasi dan merasionalisasi dari organisasi pemerintah, melalui penyederhanaan jumlah departeman beserta jawatan di bawahnya. Keenam, adanya sistem penerimaan pegawai berdasarkan achievment dan bukan berdasarkan ascription. Tujuh, adanya kebutuhan pegawai negeri yang non-politik demi kelancaran administrasi pemerintah. Delapan, menciptakan aparatur pemerintah yang jujur. Sembilan, sistem budget dikelola oleh pejabat-pejabat yang mempunyai tanggung jawab etis tinggi dibarengi sistem kontrol yang efisien; terakhir, pencatatan ulang terhadap kekayaan peroraan yang mencolok dengan pengenaan pajak yang tinggi.
Achmad Fauzi SHI calon hakim di Pengadilan Agama Balikpapan secara spesifik memberikan solusi atas suburnya suap, dengan tranparenscy. Baginya, tumbuh suburnya praktik suap karena tersumbatnya kran informasi sehingga menghambat hak publik untuk mengontrol secara langsung etos kerja aprat. Mengutif Jeremy Bentham, Fauzi menjelaskan bahwa setiap budaya ketertutupan selalu ada kepentingan jahat yang menungganginya. Jadi sepanjang tidak ada keterbukaan, selama itu pula keadilan tidak akan tegak.
V. Kesimpulan
Suap menyuap merupakan tindakan menyalahgunakan kekuasaan dalam rangka tujuan pribadi atau kelompoknya dalam rangka mempercepat proses birokrasi. Tindakan ini tidak dibenarkan karena bisa merugikan negara. Disamping itu, bisa menghambat pembangunan. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat jadi beralih untuk kepentingan sendiri atau kelompok.
Untuk itu, cara penanggulangannya adalah dengan supremasi hukum. Artinya, institusi penegak hukum harus bertindak terhadap para penyelenggara pemerintahan bila mana ada yang melakukan suap menyuap. Keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Di samping itu, peran serta masyarakat dalam membasmi penyakit ini sangat dibutuhkan.
Daftar Pustaka
Buku
Alkostar, SH LLM, DR, 2008, Korupsi Politik di Negara Modern, FH UII Press, Yogyakarta
Jeremy, Pope, 2008, Strategi Memberantas Korupsi, Tansparansi Internasional dan Transparansi Internasional Indonesia, Jakarta
Renaldi, Taufik, dkk, 2007, Memerangi Korupsi di Indonesia yang Terdesentralisasi: Studi Kasus Penanganan Korupsi Pemerintah Daerah, Bank Dunia
Simanjuntak, Frenky, Mengukur Tingkat Korupsi di Indonesia: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2008 dan Indeks Suap, Transparansi Internasional Indoensia, USAID dan Millenium Challenge Corporation
Artikel Jurnal
Demartoto, Argiyo, 2007, Perilaku Korupsi di Era Otonomi Daerah: Fakta Empiris dan Strategi Pemberantasan Korupsi di Indonesia, Jurnal Spirit Publik, No. 2 Tahun 2007,
Makalah
Ardisasmita DEA, M Syamsa, Dr, Definisi Korupsi Perspektif Hukum dan E-Announcement untuk Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Terbuka, Transparan dan Akuntabel, disampaikan dalam Seminar Nasional Upaya Perbaikan Sistem Penyelenggaraan Pengadan Barang/Jasa Pemerintah, Jakarta, 23 Agustus 2006.
Revida, Erika Dra, MS, 2003, Korupsi di Indonesia: Masalah dan Solusinya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumetera Utara.
Fauzi SHI, Achmad, Membendung Godaan Suap Penegak Hukum
Majalah dan Koran
Majalah Tempo, 25 Maret 2012.
Harian Detik Sore, 11 April 2012.
Website
http://id.wikipedia.org/wiki/Korupsi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor dua dunia


Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi dalam negeri tahun ini sebesar 6,3 persen, akan menjadi 

pertumbuhan tertinggi kedua di dunia setelah China mencapai 7,8 persen.

"Dibanding negara-negara lain di dunia, pertumbuhan kita nomor dua setelah China," kata Direktur Eksekutif Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, Bank Indonesia meyakini pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini masih cukup baik dan mencapai 6,3 persen, meski lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya 6,4 persen.

Sebelumnya, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan tumbuh antara 6,1 - 6,5 persen dengan kemungkinan utama di level 6,3 persen. Pada tahun 2013, pertumbuhan ekonomi diperkirakan antara 6,3 - 6,7 persen dengan kemungkinan di 6,5 persen.

Sementara pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan melambat pada tahun ini dari 3,2 persen menjadi 3,1 persen, sedangkan di 2013 turun dari 3,5 persen menjadi 3,4 persen.

Pelambatan ekonomi Indonesia dari 6,4 persen menjadi 6,3 persen, menurut Perry lebih karena dampak krisis ekonomi dunia yang mulai mempengaruhi sisi ekspor perekonomian Indonesia.

Masih tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak ditopang kuatnya konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,1 persen pada kwartal III 2012, sementara investasi tumbuh 10,9 persen.

Pertumbuhan investasi ini turun dibanding perkiraan semula 12 persen, karena dampak dari turunnya sektor investasi yang berorientasi ekspor. 


diterbitkan pada hari Jumat, 12 Oktober 2012 17:40 WIB | 6342 Views
sumber : http://www.antaranews.com/berita/338313/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-nomor-dua-dunia


(D012/C004)

Editor: Suryanto

Jumat, 30 November 2012

power point motivasi belajar

Rabu, 28 November 2012

menejemen sekolah "Implementasi manajemen berbasis sekolah"

Minggu, 11 November 2012

Cerpen_ Panggilah Aku Anakmu


PANGGIL AKU ANAKMU

Pagi yang cerah,di suatu hari yang tak begitu membosankan,sangat menyenangkan bagi para siswa yang sudah mulai jenuh dengan pelajaran, tapi suasana cerah itu tidak nampak dari muka seorang gadis yang bernama Delima, bukan karena hari libur, tapi karena persoalan yang tak di mengerti oleh sekelilingnya. gadis it mernang sedih, tapi tidak menangis. perasaan gundah yang menyelimuti hatinya, tergoreskan penyesalan hidup.

Tak di sadari bahunya telah di tepuk oleh sebuah tangan yang tidak lain adalah tangan Vino temannya yang selama ini dekat dengannya.....
"oh......"kejut Delima
"ngapain?"
"hem...."
"soal itu lagi?" tebak vino yang sudah merasa tau tentang masalah sahabatnya "kamu sedih?"
"nggak juga" jawabnya sambil menarik nafas panjang
"jangan bohong!"
Delima cuma noleh sedikit dengan rasa ragu
"gue tau" sahut vino lagi
"tau apa?"
Vino pun tarik nafas panjang dan akhirnya buka mulut
"sudahlah Del,gak usah loe tutupin, kita sudah jadi sahabat dari kecil, dan gue fikir hal semacam itu gak perlu loe tutupin lagi dari gue"
tiba-tiba Delima nangis, rasa simpati sekaligus tak tega, vino pun langsung mengusap air mata itu dari pipi Delima
"hey, loe ngapa nangis?!"
dengan isakan tangisannya, Delima berusaha untuk menunjukkan bahwa dia bisa tersenyum bahkan bisa ketawa gede yang pada akhirnya dapat memecahkan suasana hiru piku itu
"Delima gak usah loe paksain untuk tersenyum"
"gimana sih loe!?” bentaknya sedikit dengan nada keras sambil ngusap tangisannya “tadi loe bilang jangan nangis. Lha gue senyum kenapa loe ngomong gitu?”
"Delima,gue tau, gue ngerti dengan apa yang loe rasain”
"ha? Ngerti? nggak Vin, loe gak ngetri, loe gak tau dengan apa yang gue rasain, rasanya sakit......sakit........sakiiiiiiiit banget Vin, gue rasa gak ada artinya hidup di dunia ini." Jelasnya dengan isakan tangis mengguyur lagi.
“Vin loe tau apa yang terjadi ama keluarga gue kan? Loe pasti paham betul, ya kan? Kalau boleh ngadu, gue mau ngadu ama loe,” lanjutnya “ini” sambil nunjuk tepat dadanya sendiri “sakit banget Vin, sakiiiiiiit banget” sambil ngelus dadanya
"delima" sahut vino halus
"sejak kecil Vin, sejak kecil gue gak pernah ngerasain kasih sayang dari orang tua, bahkan itu nyokap bokap gue sendiri, gak pernah gue rasain pelukan hangat dari mereka, sampai detik ini gue haus vin, haus banget ,dan hanya nenek gue yang sudi memberikan kasih sayang buat gue, gue sedih Vin, sedih banget" tanpa ragu dijatuhkan kepalanya pada bahu tegap itu
"tenangkan fikiran kamu Del"
"enggak bisa Vin"
"Loe bs, gue yakin itu" jawab Vino dengan mantapnya "Del gue yakin dan percaya, dibalik kesedihan itu, ada mukzizat yang sangt besar, kebahagiaan yang sedang menanti kamu"
"apa itu bener?"
"percayalah"
"he'em, gue percya"
"asal loe sbar untuk menanti, mukzizat ita akan datang dengan sendirinya"
"Vino"
"iya"
"Makasih"
"sama-sam"
"Vino, apa mungkin nyokap bokap gue mau nerima gue sebagai anakny??"
"itu mungkin"
" benarkah? Kira-kira kapan?"
"ssabarlah"

delima pun tersenyum dan kemudian menyandarkan kembali kepalanya dipundak itu, pundak yang sam kayak tadi.
Seperti biasa, hari senin adalah hari dimana setiap sekolah mengadakan upacara. Termasuk SMA BINA SOSIAL. Dengan matahari yang sangat terik membuat beberapa siswa pingsan, termasuk Delima, sudah 1 jam dia tak sadarkan diri, hingga pihak sekola terpaksa memanggil keluarganya yang tidak lain adalah nenek tersayangnya. Namun sayang, saat itu nenek Delima sedang sakit sehingga ibunya yang datang.
"tante Mira?!!" sahut vino welcome
"mana anak itu?" menanyakan Delima deng geram dan ekspresi mencekam
"di dalam tante" jawabnya sambil menunjuk ke ruang UKS  "eeem permisi tante"
Mira pun hanya melotot menandakan tidak suka. Bukan karena tidak suka Vino pergi, tapi tidak suka karena dia menganggap tidak ada gunanya dia berada disekolah hanya untuk mengurus Delima.
sedangkan Vino keluar dari R.UKS, dan duduk di depan pintu mencoba nguping.
Di dalam Delima masih tertidur akibat dehidrasi. Sampai-sampai ibunya bosan menunggu anaknya untuk sadarkan diri. Hingga kesekian menit, Delima pun sadar dari pingsannya. Matanya terbelalak antara yakin dan tidak yakin, antara bahagiah di campur takut. Di lihat nyokapnya yang tampak sebal sekaligus marah, bahkan tidak menunjukkan sikap keibuan.
"mama" panggila Delima sebari bangun dari ranjang berseprai putih itu "mama....mama ngapain kesini?"
"stop panggil aku mama" geramnya
"ma...mama kok ngomongf gitu sih?" rengek delima mulai kecewa
"heh anak bodoh, aku udah bilang berapa kali sama kamu!!! Jangan panggil aku mama, kamu itu bukan anak aku, gak seharusnya kamu lahir dari rahim aku" geramnya lagi, sambil nunjuk-nunjuk kening Delima
"ma...kenapa mama ngomong gitu sama Delima? Ini di sekolahan ma....... aku takut temen-temen denger omongan mama" balasnya sebari bangun ranjang “ma. Delima kangen sama mama” lanjutnya sambil berusaha meluk tubuh setengah baya itu.
"lepskn...lepskn aq bilang..lepaskan !!" Namun tak disangka, tangan halus dan panjang itu membanting tangan kecil milik Delima. Hingga tubuh kecil itu terpelanting membentur ranjang.
"mama" rengeknya
"heh jangan pernah panggil aku mama! Karena kamu bukan anakku" ketusnya " camkan itu dasar ank bodoh" sentak ibu setengah baya kepada seorang gadis yang berusaha bangkit dari lantai keramik putih itu. Ditengah-tengah isakan air mata gadis muda itu, berkrumunlah guru-guru penghuni sekolah dan Vino sahabat terbaik Delima. Mereka terbelalak tidak habis fikir terhadap perlakuan ibu berkemeja coklat yang nampaknya menggambarkan kepribadian tegas, berkelas elit dan menunjukkan bahwa wanita ini seorang wirausaha sukses. Tidak itu saja, mata-mata itu juga mulai berfikir, apa yang terjadi di ruang UKS. Apakah yang mereka liah itu hanyalah salah faham saja atau kenyataan sebenarnya.
“Maaf, ada apa ini?” salah satu bapak berseragam sekolah, bukan lain dalah Bapak Wibowo selaku guru matematika yang mengampu kelas X1 termasuk kelas Delima.
“Apakah ibu orangtua Delima? Tanyanya lagi, berusaha memastikan
“Bukan, saya tantenya” jawab ibu itu dengan pasti. Pak Wibowo hanya mengerutkan keningnya, menatap wanita itu dan bergeser ke mata bulat milik Delima. Dilihatnya gadis itu. Terlihat sekali, matanya berbinar dan seprtinya terpukul. “em, bisa kita bicara di kantor” ulasnya kepada ibu itu.
Langkah kaki para guru itu pun membuyar, kemudian di lanjutkan dua orang wanita dan pria yang bukan lain adalah Nyonya Mira  dan Bapak Wibowo.
Vino nampak seperti tertendang angin yang tak tembus difikiran. Dengan segera dia mendekati sahabatnya itu. Sambil di elusnya punggung kecil itu.
“loe gak papa?” tanyanya memastikan

Sepulang dari sekolah,  Delima merasa tidak enak, bukan karena kejadian disekolah, tapi dia merasa ada sesuatu yang menjanggal tan terselimut dengan ketakutan yang amat. Sesampainya di rumah, didapatinya bendera berwarna kuning menancap tepat ditembok yang menjadi batas antara teras dan jalan. Seperti gendang benderang di hatinya. Kini sangat tersa degub jantungnya menyayat. Tubuhnya yang kecil itu tiba-tiba lmelemas, seakan-akan darah yang mengalir berhenti sesuai irama pada sebuah konser yang tiba-tiba terhenti. Untuk memastikan apa yang terjadi di dalam rumah. Dia pun melangkahkan kaki dengan ragu sambil berharap hal buruk tak terjadi. Di dapatinya dalam rumah, tubuh gemuk yang berbaring dengan di selimuti kain batik itu tidak asing lagi baginya. Hingga akhirnya seperti bunyi petir di siang bolong. Terciptalah tangisan histeris.
"Nenek......" sentaknya mengagetkan.  " Gak mungkin. Nenek, bangun nek, bangun,,, nek jangan tinggalkan delima, nenek gak boleh pergi gitu aja. delima mau ikut nenek, delima gak bisa hidup tanpa nenek, nek bangun" histrisnya.
Para nelayat itu pun terhentak penuh kasihan kepada Delima. Anak yang belum begitu dewasa itu harus menanggung beban yang semestinya tidak dirasakan di usianya saat ini. Mereka tahu betul apa yang dialami gadis itu disemasa hidupnya. Rasa iba tiba-tiba muncul untuk gadis itu. Tapi apa daya, mereka tidak bisa marah atau geram kepada orangtuanya. Karena itu memang masalah keluarga yag tidah bisa di usik oleh orang lain. Tiba-tiba pundaknya di angkat oleh seorang wanita yang bukan lain tetangga sebelah.
“sudahlah nak, jangan di hambat kebergian nenekmu. Relakanlah, kasihan nenekmu nanti. Beliau tidak akan  bisa tenang dialamnya nanti jika kamu begini!!!”
tingkah anak itu hanya di pandang penuh kebencian oleh ibunya. Matanya yang tajam itu seakan akan ingin menerkam anak itu. Rasa marah dan benci tetap ada untuk anak itu.
Selama masa kecil, Delima tidak hidup sendiri setelah menerima perlakuan yang tidak layak dari ibunya. Gadis itu di pungut oleh nenek yang bukan lain ibu dari Nyokapnya. Nenek itu merawat Delima seperti merawat Mira sewaktu masih kecil. Semua keperluan pribadi di tanggung sepenuhnya oleh nenek. Namun setelah delima beranjak dewasa, Neneknya mulai sakit-sakitan. Pernah Mira ingin mengambil ibunya untuk dirawat. Namun ibunya tidak mau ikut Mira. Karena dia tahu kalau dia dirawat oleh anaknya. Maka Delima tidak akan dibolehkan ikut. Sebegitu bencinya Mira terhadap anak kandungnya sendiri. Hingga akhirnya tibalah ajal menjemput.
Suasana mencekam masih seperti tadi. Tak berusaha untuk meredam. Hingga pada akhirnya tangisan itu makin menjadi ketika jasat turun dari keranda siap untuk dikubur. Para warga hanya terisak merasa iba pada gadis kecil itu. Hingga akhirnya seorang laki-laki memberanikan diri untuk memeluk tubuh kecil bertutup krudung hitam. Seorang wanita separuh baya berkacamata hitam itu hanya memandang penuh kebencian dengan bersebelahan seorang laki-laki sekitar seprantaraannya, tidak itu saja, disebelahnya juga nampak seorang laki-laki muda yang bukan lain adalah adik dari Delima. Mereka menatap iba pada sesosok gadis yang tertelungkup pada kuburan bertabur bunga-bungaan.
Setelah pemakaman selesai. Dengan segera masyarakat membubarkan diri membiarkan Delima tertelukup d kuburan neneknya.
"Vin gak ada gunanya lagi gue hidup di dunia ini" sahut Delima yang menyadari Vino di belakangnya.
"loe nih ngomong apa sih Del?" sahutnya terkesan menegaskan.
“apa gunanya gue hidup kalau nenek gak ada vin. Gue gak bisa bayangin hidup gue seterusnya.” Jelasnya meyakinkan bahwa dirinya memang tidak  punya siapa-siapa lagi.
Suasana dipemakaman pun tiba-tiba menghening. Hingga beberapa saat mereka meninggalkan pemakaman baru itu. Meski ada rasa tidak tega untuk meninggalkan alm. neneknya, tapi Delima tetap harus pulang. Karena masih ada cerita untuk hari esok, meski tanpa adanya seorang nenek.
Ditengah perjalanan Delima sempat mampir di rumah orang tuanya. Karena Vino masih ada urusan, maka tinggallah sendiri Delima. Dia ragu untuk pergi kerumah itu. Namun apa gunanya lagi ragu. Karena rasa rindu dan sedih masih menyelimutinya. Kemudian diberanikan diri untuk mengetuk pintu itu.
“ tok tok tok....”
Terdengar beberapa saat langkah kaki menghampiri pintu itu.
“ngiiiiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeex” pintupun terbuka. Dan ternyata yang membuka adalah seorang yang sangat dia kenal. Sosok tubuh yang sangat dia rindukan.
“Papa........” sahut Delima sepontan.
“kamu ngapain disini Delima?” sahut laki-laki itu dengan penuh perhatiannya sambil mengelus kepala gadis itu, dengan perasaan gugup karena takut ketauan oleh istrinya. Tapi upaya itu tetap saja tanpa dugaan. Seorang wanita bringas itu muncul dengan membelalakkan matanya.
“hey. Kamu.......” sentaknya. Kemudian menghampiri mereka. “berani-beraninya kamu kesini. Cepat pergi!!! Rumah ini tertutup untukmu!” lanjutnya dengan gerap. Dengan srentak tanpa permisi. Pintu itu langsung ditutup.
Delima takut, dia sedih, dia sakit. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menangis dan menangis. Menangis untuk menahan ketakutannya. Menangis untuk menahan kesedihannya. Dan menangis untuk menahan kesakitan.
Hanya itu yang dia lakukan. Hanya itu yang dia rasakan. Dan hanya sabar tanpa menghiraukan kebencian yang dia lakuka. Air matanya mengalir deras disepanjang jalan. Menyapu pinggirnya jalan tanpa menghiraukan sekelilingnya. Kini dia terpuruk dalam kesedihan. Kini dia tidak punya siapa-siapa lagi untuk berlindung. Kini tinggal kenangan yang dia ingat. Semasa kecil, saat dirinya terjatuh, masih ada seorang wanita yang peduli, mau menggendongnya dan mau menceritakan dongeng untuk pengantar tidurnya. Tapi kini dia harus sadar. Karena tidak ada lagi hal itu untuk dijadikan cerita. Dan tidak ada lagi dongeng yang menambah imajinasinya. Seorang nenek adalah segalanya bagi dirinya. Nenek adalah wanita tua yang selalu membelanya saat dirinya tidak bersalah. Seorang nenek adalah malaikat untuknya. Yang selalu menemani dan menyayanginya. Yang selalu memberikan apa yang belum pernah dia dapatkan. Tapi apakah dia bisa tegar untuk menghadapi hal ini?.
“ma, kamu apa-apaan sih. Kenapa kamu perlakukan Delima seperti itu? Dia baru kehilangan neneknya. Dia butuh kasih sayang dari kita” bela seorang laki-laki itu kepada istrinya.
“apa kamu bilang? Kasih sayang dari kita? Hey ingat. Dia itu bukan anak kamu” jawabnya dengan geram. Dari jawaban yang sepontan itu, tidak sengaja bayangan masalalu yang telah silam dan terkubur di beberapa tahun pun terkorek lagi. Dia masih ingat betul kejadian itu. Saat dirinya keluar dari kantor yang sepi dan singup bahkan tanpa seorang teman pun, tiba-tiba tiga orang laki-laki geram menghampirinya. Saat itu dia sangan ketakutan. Dia berlari mencari pertolongan hingga akhirnya tiga laki-laki itu berhasil menangkapnya. Dan zlep, lamunannya pun tersadarkan. Dia masih jijik dengan kejadian itu. Kejadian yang menyeramkan dan menjijikkan. “sampai kapan pun. Aku tidak akan bisa menerimanya” jelasnya lagi. Kemudian dengan segera dia meninggalkan suaminya.

Hari pun berganti. Untuk kali pertama, gadis cantik itu bangun tanpa sapaan dari seorang nenek. Tubuhnya masih malas untuk terbangun. Bukan kerena kurang tidur akibat begadangnya tadi malam. Tapi karena rasa kehilangan itu masih sangat melekat. Dia sendirian di rumah. Dia juga sendirian untuk menanggung beban.
“De....li....ma.....” panggil seoarang cowok yang sangat dia kenal
Gadis itu bukannya tidak mendengar. Tapi tubuhnya serasa berat untuk bangkit dari ranjang.
“kok gak ada sahutan sih. Masa udah berangkat?! Ah gak mungkin”
Akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka pintu. Dengan terkejut karena pintu tidak terkunci, semakin memberanikan diri untuk memasuki ruangan itu. Hingga paling mentok ke kamar. Bukan untuk maksud apa. Tapi untuk memastikan tidak terjadi apa-apa pada sahabatnya.
“Delima” sentaknya terkejut melihat sahabatnya terbaring dengan muka pucat “kamu gak kenapa-kenapa kan?
“Vino, gue gak kenapa-kenapa. Gue cuma capek aja” jelas gadis itu. Terdengar sekali suaranya sayup.
“kamu sakit del?’
“enggak kok, gue gak sakit”  balasnya lagi untuk memastikan "gue bingung vin, gue hina banget ya?" pertanyaan yang dilontarkan terdengar tidak seperti pertanyaan, tapi lebih jelasnya seperti pernyataan. Dengan menarik nafas panjang dia pun melanjutkan bicaranya, meski terlihad dirinya menahan sakitnya tangisan itu “kemaren geu sempat mampir kerumah itu”
"terus?"
"gue diusir" jelasnya, sambil berusaha tersenyum. Dengan segera dia ambil sepucuk surat dari lacinya "Vin, gue minta tolong ya. Tolong berikan surat ini untuk mereka"
Vino tau apa yang dimaksud. Surat untuk orang tuanya. Entah apa isinya. Dia hanya mengambil surat itu dari tangannya.
"apa ini?"
"berjanjilah vin, berikan surat ini untuk mereka"
"iya, tapi?"
"aku sadar diri kok. Aku gak akan pernah mendapatkan apa yang selama ini gue inginkan. Percuma. Gue udah gak kuat lagi. gue emang gak akan menyerah. Tapi gue merasa itu gak ada gunanya. Hingga detik ini." Jelas seorang gadis itu terlihat sangat lirih. Aura kesedihan itu sangat Vino rasakan. Saat ini dia amat terpukul. Dari nada dan kata-kata yang dilontarkan sangat penuh makna. Dan ketakutan pun ikut menyelimuti cowok itu.
"ngomong apa kamu ini?"
“Vin. Berjanjilah padaku. Aku adalah yang terbaik saat ini”
“apa yang kamu katakan del?”
“ayolah Vin”
“Untukku, kamu adalah yang terbaik”

Hari ini. Mereka membolos untuk sekolah. Mereka menghabiskan waktu berdua. Hari ini adalah hari pertama dirumahnya ada acara tahlilan. Tangisan itu terus menggebu-gebu. Seakan bacaan doa mengiringi mengiringi tangisannya. Para warga hanya bisa bersimpati melihat gadis itu. Mereka seakan-akan ingin memeluk gadis itu. Memang brat yang dirasakan delima. Tapi itulah suratan takdir. Maka tidak heran seorang tetangga memeluknya.
“kamu jangan terlalu larut dalam  kesedihan Nak” ulas wanita itu
Pagi itu Delima berniat untuk kerumah orangtuanya. Dipertengahan jalan, dirinya bertemu dengan sahabat yang selalu ada di manapun dia melangkah.
"Delima loe mau kemana?”
"gue mau kerumah mama"
"ngapain?" sentak Vino sedikit marah. Karena dia tau betul apa yang akan terjadi. Dia tidak bisa membiarkan delima sedih karena diusir. “gak usah, kamu masih demam” ulasnya lagi
"Vino, gue berhak pergi kesana"
"tapi, kamu nanti akan sedih Delima, gue gak tega"
“ya udah, loe gak usah mikirin gue” sentak Delima sambil beranjak
“Gue ikut”
“ngapain”
“pokoknya gue ikut, gue mau nemenin loe”
“tapi loe kan harus sekolah, loe jangan ikutan kayak gue dong”
“Delima, gue gak bisa biarin loe sendirian”
“yaudah, ayo kalau gitu”
Mereka pun beranjak dari tempat. Dengan langkah pasti delima meyakinkan diri. Dia selalu ingaat apa kata neneknya “........jangan pernah menyerah, meski banyak halangan menghadang..........”
Tidak disangka, mereka sampai juga. Dengan pasti, tangan  gadis itu mengetuk pintu didepannya. Dan ternyata yeng membuka pintu berwarna cokelat itu adalah seorang laki-laki muda sekitar seprantaraannya, kira-kira lebih muda dari pada Delima.
"Odin, kamu apa kabar?" tanya delima pada adiknya
"oh Delima..." sahut seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul karena penasaran dengan tamunya. Tapi sayang, ternyata istrinya juga ikut keluar.
"heh, siapa y!"tb2 mamaang nyuruh kamu kesini lagi!!!”
"mama, Delima kangen" sahut delima, tanpa takut dan karena bendungan kerinduan terhadap kedua orang tuanya yang sudah semakin menjadi-jadi, dia pun memeluk ibunya. Pelukan penuh kerinduan itu di tolak mentah-mentah oleh ibunya.
"apa-apaan ini,pergi kamu anak haram!" dengan geram, pelukan itu disentakkan.
"Ma, apa yang kamu lakukan itu sudah kelewatan" sahut suaminya berusaha menegur.
"Papa gak usah ikut campur." Geram wanita itu “Odin, kamu masuk kekamar” dengan segera wanita itu menyuruh anak laki-lakinya untuk masuk kekamar. Dengan segera, odin pun masuk kekamar dengan perasaan takut. Ini bukan kali pertama ibunya membentak kakaknya. Dia yang tidak tau apa-apa sangat ketakutan.
“aku tegaskan sekali lagi kepada kamu ya. Kamu jangn pernah menginjakkan kaki jelekmu itu kerumah saya. Kamu itu bukan siapa-siapa dirumah ini”
“Ma, kamu ini ngomong apa sih, Delima itu keluarga kita. Dia berhak kesini, dia itu anak kita ma. Ingat itu” bentak suaminya lagi yang sudak tidak tega dengan apa yang dilakukan oleh istrinya pada Delima.
“Apa? Anak kita? Papa lupa ya? Dia itu bukan anak darimu. Dia itu anak HARAM” dengan kencang wanita itu mengucapkan kata HARAM. Kata-kata itu seperti petir menyambar disiang bolong.
"anak haram?" ulang Delima memastikan “apa itu artinya?” tanyanya lagi untuk memastikan mungkin dia salah dengar atau apalah yang penting kata-kata anak haram itu bukan ditujukan untuknya.
“enggak Nak” sahut ayahnya berusaha menutupi, tapi wanita itu tidak mau kalah
“Diam kamu pa. Gak usah membela anak haram ini.” Sentak wanita itu “hey kamu anak haram. Kamu itu bukan dari keluarga sini. Papa yang kamu anggap Bapak kamu itu bukanlah ayahmu. Kamu mau tau siapa ayahmu? Ayah kamu adala seorang bajingan. Aku gak sudi punya anak dari orang bajingan” jelas wanita itu menyambar-nyambar. Kini tangisan Delima semakin menjadi-jadi. Dia tidak tau lagi apa yang harus dia lakuakan. Apakah dia harus mencari ayah kandungnya yang belum diketahui biodatanya. Sedangkan dia tidak tau apa yang dimaksud ibunya, bahwa ayahnya adalah seorang bajingan.
“kamu sudah tau kan anak haram? Anak bajingan?”
“tante, apa yang tante lakukan itu sudah melukai delima” ulas vino angkat bicara
“gak apa apa Ma, Pa. Delima tetap menganggap Papa sebagai ayah Delima. Yang Delima tau, orang tua delima hanyalah Mama dan Papa.” Jelas gadis itu semakin terpuruk.
“gak sudi” sahut wanita itu lagi “ asal kamu tau aja ya. Kamu itu anak yang tidak aku harapkan. Kamu itu harusnya tidak lahir dari rahim aku. Aku benci punya anak kayak kamu. Aku benci.” Samabar ibunya lagi penuh emosi dan kemurkaan.
"cukup Ma, kasihan Delima" bela suaminya
"sudah cukup yang aku terima hari ini. Terima kasih Pa, Ma. Karena kalian sudah ada untuk aku” sahut delima angkat bicara dari keheningan hatinya yang ruwet seperti benang kusut. “aku akan pergi dari sini, tapi bukan berarti Delima benci sama kalian, Delima akan tetap sayang sama kalian, Delima akan hormat dan Delima akan selalu mengharapkan kasih sayang dari kalian. Delima akan tetap rindu sama kalian. Tapi mulai saat ini delima gak akan mengusik kalian lagi. Delimka janji" sahutnya mulai pasrah. "Ma Pa, Delima sayang sama kalian, mama adalah ibu yang telah berjuang untuk melahirkan delima, Pa...Papa adalah seorang ayah yang tetap delima anggap sebagai ayah. Karena Papa lah yang Delima punya. Walaupun pada kenyataannya Delima bukan anak dari darah daging Papa. Delima pamit sama kalian. Delima janji, Delima gak akan datang lagi kesini" ulasnya pasrah. Kini dia yakin dengan apa yang diucapkan. Kebimbangan sudah memastikan. Kesedihan sudah tidak ada gunanya lagi untuk dirasakan. Karena apa yang telah dilakukan tidak ada hasil. Dia pasrah dengan keadaan ini. Dia hanya bisa menapat kedua orang tuanya tanpa bisa memeluk.
"udah, ngapain kamu masih di sini, cepat pergi anak sial!!"usir wanita itu
“Mama...” sentak suaminya. Tapi sentakan itu tak dihiraukannya.
"tenang Ma, Delima akan pergi, Delima akan pergi jauh dari kehidupan kalian. Tapi bolehkah  Delima minta untuk yang terakhir kalinya?" ulas gadis kecil itu lagi, sambil mengusap air matanya yang terjatuh menetes lewat pipi. Sedangkanorangtuanya hanya diam dengan ekspresi geram. Menandakan permintaan gadis itu ditolak. "Ma panggillah Delima sebagai anak Mama, Delima mhon Ma" pintanya sambil berusaha memegang tangan ibunya. Tapi sayang tangan kecil itu disentakkan hingga terpelenting hampir mengenai dada Vino. Cowok yang bersamanya itu hanya diam. Membiarkan Delima berusaha berbicara pada orangtuanya. Dia bukan bagian dari keluarga itu. Maka diam adalah salah satu cara, agar tidak ada cacian yang menggelegar menyambarnya.
"jangan ngimpi kamu. Pergi sana. Dasar anak sialan" sentak wanita itu untuk kesekian kalinya. Delima pun di dorongnya hngga terrjatuh. Dengan rasa kecewa dan bantuan dari sahabatnya, dia pun berusaha bangkit dan langsung berlari meninggalkan semua didepan rumah itu. Saat itulah jiwanya serasa tidak bersahabat lagi. Dirinya tidak pernah menyesali pertemuan ini. Dia hanya menyesali kenapa dirinya hadir dengan cara yang dibenci oleh ibunya. Dengan kencang gadis itu lari dan tanpa disadari, tiba-tiba sebuah truk melintas dengan kencang hingga menubruk tubuh yang tak berdaya itu. Tubuh dengan hanya mengenakan baju sederhana itu terpental sejauh tiga meter dari tempatnya berdiri. Suara itu terdengar oleh kedua orangtuanya yang berbarengan dengan menutup pintu. Vino yang membututinya dari belakan sepontan terkejut dan dengan segera dia berlari kearah tubuh yang sudah tergeletak tak sadarkan diri itu. Seperti orangtua pada umumnya. Kedua paruh baya itupun segera berlari untuk memastikan apa yang terjadi pada anaknya. Hanya dengan  hitungan detik, tempat itu sudah banyak dikerumuni warga. Hingga butuh ekstra kedua otrang itu bisa menembus kerumunan. Dilihantnya tubuh seorang gadis yang baru saja lari itu dengan histeris. Mereka tidak hanya melihat. Bahkan menyaut gadis itu dari pelukan Vino. Gadis itu sempat terlihat tersenyum manis. Namun apa daya. Gadis itu dengan segera tak sadarkan diri lagi. Sempat sebelum pingsan gadis itu mengucapkan sesuatu pada sahabatnya beserta orangtuanya. Namun kata-demi kata hanya terdengar lirih dan sempat ditak mengerti maksudnya. “.............terimakasih...........................jangan sedih........” hanya kata-kata itulah yang sempat terdengar
"Delima" kejut wanita paruh baya itu dengan tersentak tangisan menggelegar "Delimaaaa, maafkan Mama sayang" histrisnya lagi. air matanya kini tidak bisa mengembalikan suasna seperti semula, semua hanya tinggal cerita. Dengan segera suamunya mengambil mobilnya dari garasi. Dan langsung melarikan korban yang bukan lain adalah Delima.
setelah sampai di RS umum, mereka menunggu dokter keluar dari R.
"Bagaimana anak saya Dok?" tanya wanita itu setelah Dokter keluar dari ruangan
“Kita hanya bisa berdoa ada mukzizat dari yang kuasa bu. Keadaan anak anda masih memburuk. Dia harus dirawat ekstra guna untuk memulihkan keadaannya. Karena akibat benturan keras itu mengakibatkan darah anak ibu sebagian sudah membeku. Dan untungnya segera dibawa kerumah sakit.” Jelas dokter itu dengan berat
“Terus, apa yang harus saya lakukan untuk keselamatan anak saya Dok?” tanya wanita itu tanpa ragu
“lebih baik ibu segera mengurus administrasi sekarang. Dan dengan segera pihak rumahsakit akan menangani” jelasnya
“Baiklah Dok.”

Semalaman wanita separuh baya itu menunggui anaknya. Sampai-sampai tertidur di separuh ranjang. Pagi sudah tiba. Dan Delima masih saja belum sadarkan diri. Tiba-tiba datang seorang laki-laki muda dengan mengenakan seragam. Dilihatnya pemuda itu membawa sepucuk surat. Entah surat buat siapa.
“Bagaimana keadaan Delima tante?” tanya Vino menghampiri dua wanita itu
“kamu gak sekolah?” tanyanya memalingkan
“Nanti tante. Oya. Ada titipan untuk tante dari Delima” dengan segera diberikan surat itu.
Setelah memberikan sepucuk surat beramplokan warna merah dengan corak gambar hati. Vino pun mulai angkat bicara
“Tante. Kenapa tante seperti itu pada Delima?” tanyanya agak ragu. Tapi pertanyaannya tidak disahut oleh wanita separuh baya itu. “Delima sebenarnya adalah seorang gadis yang ceria. Dia sopan dan baik kepada teman-temannya. Tapi dia selalu murung memikirkan tante. Dia sangat terpukul dengan kepergian neneknya. Dia itu sebenarnya gadis yang kuat. Tapi akhir-akhir ini dia sering mengatakan pada saya kalau dia suadah jenuh dan lelah. Itu tadi surat yang dibuatnya semalaman.dia menitipkan surat bitu untuk tante”
Suasana hening pun menyelimuti. Mereka tidak saling bicara lagi. Apa yang telah Vino katakan membuat hati wanita itu tersentak. Dia hanya wanita separuh baya yang berusaha membangkitkan anaknya dengan sentuhan tangan dan kecupan didahi Delima.
Setelah Vino keluar. Wanita itu pun segera membuka surat yang dipegangnya. Kata demi kata dibaca. Dia mulai sadar ini bukanlah sebuah surat. Tapi yang tengah dibacanya itu adalah sebuah puisi. Puisi ungkapan hati anaknya. Sungguh tersentuh hati yang sempat beberapa tahun mengeras itu. Kini akhirnya luluh. Wanita separuh baya itu hanya bisa menyesali apa yang telah dia lakukan. Sedangkan anaknya masih belum sadarkan diri.
Ini adalah hari ke empat Delima dirawat. Sejauh ini belum ada tanda-tanda keadaan delima pulih. Malam ini. Entah ada apa seluruh keluarga gadis itu datang menjenguknya. Tidak itu saja, sahabat-sahabat tercintanya pun datang untuk menjenguk. Isak tangisan semakin menggebu-gebu. Ibunya yang sudah beberapa hari ini menemani, hanya bisa menangis penuh kesesalan. Tangannya tetap menggenggap tangan kecil itu. Hingga pada akhirnya, dia merasakan sentuhan dari jemari anaknya. Dengan sepontan mereka yang disitu berhenti menangis.
“Jarinya..........., jarinya bergerak” sahut Vino.
“Panggil dokter, cepat panggil” sentak wanita itu
Sedikit demi sedikit Delima membuka mata, buram memang yang dia rasakan. Hingga beberapa detik dia bisa melihat ibunya tengah menggenggap jemarinya. Tidak itu saja, ayah, adik sahabat dan teman-temannya juga menjenguknya.
“Ada apa ini” sahut Delima tertatih belum sadar apa yang terjadi padanya. Yang dia rasakan saat ini hanya sakitnya benturan diseluruh tubuh. “Ma, Pa. Kalian kenapa nangis?. Mama ada disini?!” lanjutnya.
“iya sayang” jawab ibunya. Sempat dilihatnya bibir manis itu tersenyum bahagiah. Tapi tiba-tiba sakitnya seluruh tubuh membuat ketidak berdayaan gadis itu. Baru saja sadarkan diri. Gadis itu sudah tersayup sayup. Tubuhnya memang belum pulih betul. Tapi matanya terpejamkan kembali.
“Delima” sentah ibunya yang masih menggenggam erat tangan
Dokter yang dijemput oleh salah satu temannya baru datang. Dan segera menghampiri gadis itu. Namun Dokter itu hanya bisa menggelengkan kepala dan akhirnya sebuah isyarat itu dapat dibaca oleh semua orang yang ada dalam ruangan.
Semua menangis akan kepergian gadis baik dan ceria itu . kini semua tinggal kenangn. Tidak ada lagi tawa. Tidak ada lagi gadis yang setiap hari menunggu dan terus menunggu. Bagi sahabat-sahabat yang datang kini hanya bisa merelakan kepergian Delima. Semua yang telah Delima lakukan adalah hal yang terbaik untuk mereka. Tapi  kepergian Delima menyisakan penyesalan mendalam bagi orang tuanya. Mereka menyesali prilaku yang dibuat. Mereka mendari apa yang selama ini mereka lakukan. Mencaci dan membentak gadis secantik delima. Hingga memukul gadis tak berdosa. Teringat semua yang pernah mereka lakukan terhadap anaknya. Namun kini tinggallah tangisan mengiringi kepegian anaknya. Rasanya tidak ada lagi maaf untuk mereka meskipun Delima sering mengatakan bahwa dia tidak akan pernah benci pada orangtuanya.
Kini kepergian ibunya telah disusul oleh anak yang semasa hidupnya tak pernah diberikan kasih sayang itu.
persiapan pemakaman berlangsung selama beberapa jam. Taburan bunga beserta isakan tangis mengiringi kepergian delima. Wanita paruh baya itu masih mengingat sepucuk surat yang diberikan oleh anaknya itu. Sebuah puisi yang mana mengungkapkan rasa kasih dan kerinduan yang dibendung oleh anaknya

Puisi Untuk Mama Dan Papa...........

Di luar sana aku selalu merindukanmu
Aku selalu terbayang wajahmu
Ma.......... Pa......
aku haus dengan kasih sayangmu
aku lapar dengan pelukan hangatmu
ingin ku cium tangan mu dengan rasa hormatku untuk mu
aku sayanx dan bangga dengan kalian
walaupun tak mungkin bersatu
aku yakin, dihati yang kecil itu masih ada ruang untukku
aku akan menunggu dan aku akan mencoba
aku bisa membuatmu bangga
sayangilah aku, PANGGILAH AKU SEBAGAI ANAK
peluklah aku saat tertidur nanti......

inilah sebuah puisi singkat yang ditinggalkan untuk kedua orangtuanya
Kini semua tinggal cerita, semua yang ditinggal hanya bisa sedih dam merelakan

inilah cerpen yang dapat aku buat. Mungkin belum sempurna... hehhehehe

karya : Tutik

peringatan. Cerita ini tidak diperuntunkan untuk dijiplak. karena kita harus menghargai dan mencintai karya seseorang
*cye ile*