Entri Populer

Sabtu, 27 Oktober 2012

SEKILAS KASUS MENGENAI PENDIDIKAN EKONOMI DI iNDONESIA MENURUT PEMAHAMAN DIRI


                                                                                    KELOMPOK 3
                                                            NAMA ANGGOTA :
1.      ALIF FUTIKHA ULFA
2.      TUTIK                             
3.      EMY TRY F.F                 
4.      VINA MUTI’AH            
5.      NINDA F.U                    

POTRET SISTEM PEMBELAJARAN DI INDONESIA MENURUT KELOMPOK BELAJAR


Tema : Kurangnya Metode Guru Untuk Merangsang Siswa dalam Mengikuti Proses Pembelajaran
            Dalam proses pembelajaran tingkat SMP dan SMA ditetapkan  kurikuluim bahwa siswa di tuntut untuk aktif . Namun pada kenyataanya banyak dijumpai kurang keaktifan siswa dalam menyerap apa yang di berikan oleh sebagian besar guru. Dengan keadaan yang seperti itu sering kali menghambat proses dalam pembelajaran, sehingga tidak heran jika hasil pembelajaran memberikan ketidak puasan bagi siswa maupun guru. Dari pengalaman yang pernah kami alami, kurangnya keaktifan siswa cenderung pada cara pemaparan guru dalam pembelajaran yang kurang menarik dan terkesan monoton. Padahal di usia remaja dibutuhkan keaktifan untuk berfikir yang realistis. Namun kami masih menjumpai diberbagai sekolah yang sudah memegang status Negeri, ada beberapa guru memberi pembelajaran dengan metode ceramah yang tidak disertai dengan study kasus yang ada di masyarakat. Sedangkan metode ceramah yang di berikan guru kepada peserta didik  terkesan monoton dan kurang adanya penerapan atau penambahan maksud, bahkan masih juga ada guru yang memberikan materi dengan cara membaca dan sama persis seperti yang ada didalam buku pegangannya. Masalah berikutnya juga berkenaan dengan fasilitas-fasilitas dalam pemebelajaran. Seperti tidak adanya teknologi . Sehingga peserta didik  mengalami kesulitan untuk menyerap apa yang di berikan, apalagi untuk aktif dalam forum tanya jawab. Apakah dalam hal ini siswa yang harus disalahkan ataukah metode guru yang kurang tepat.
            Berpacu pada permasalahan diatas bahawa kurang berhasilnya peserta didik dalam menyerap pembelajaran disebabkan karena masih ada guru yang menggunakan metode jaman dulu, yang dirasa kurang tepat jika diterapkan untuk sekarang. Namun kita juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya pada guru. Karena kemungkinan sebab ketidak aktifan siswa berasal dari ketidak senangan peserta didik pada guru yeng mengampu pelajaran atau ketidak senangan peserta didik pada materi yang di ajarka.
Dengan kasus yang ada, kami menyediakan solusi-solusi yang kiranya bermanfaat untuk kemajuan pendidikan ekonomi yang ada di Indonesia.
a.       Solusi yang pertama untuk  guru adalah, sekiranya guru memberikan kesan yang bagus untuk pesetradidik guna memikat perhatian peserta didik untuk menyenangi guru pengampu sebelum memulai pembelajaran. Karena jika siswa menyukai pengampu pelajaran. Maka dengan mudah peseta didik menyerap apa yang diberikan guru.
b.      Solusi kedua, guru berusaha untuk membuat peserta didik menyenangi materi yang diberikan. Dengan tujuan agar siswa dapat mengikuti materi pembelajaran tanpa pemaksaan dan siswa bisa aktif. Sehingga tidak ada kekecewaan di antara peserta didik dan guru
c.       Solusi ketiga, harusnya guru mencari metode-metode yang tidak monoton. Sehingga siswa tidak cepat bosan. Karena banyak ditemui guru memberi  materi dengan cara ceramah, baca buku, dan memberi tugas. Hal ini diberikan kepada peserta didik secara terus menerus.
Misalnya saja menggunakan metode tanya jawab, permainan, atau studi kasus yang ada di negara kita. Sehingga siswa dengan mudah memahami dan  mampu mengilustrasikan kasus serta mampu berfikir kritis.
d.      Solusi keempat untuk pihak sekolah, hendaknya dari pihak sekolah menyediakan fasilitas- fasilitas pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran. Misalnya saja disediakan  LCD,wi-fi dan lain sebagainya. Karena di era sekarng sekolah dituntut untuk mampu mengikuti perubahan manual ke arah teknologi. Tidak hanya di bidang teknologi saja, fasilitas seperti papan tulis, perpustakaan yang menyediakan buku-buklu pel;ajaran dan lain sebagainya juga berpengaruh bagi peserta didik
e.       Solusi untuk siswa, sebelum memulai pembelajaran. Hendaknya siswa terlebih dahulu menyenangi guru dan pelajaran yamg akan disampaikan. Karena pandangan persepsi pertama akan mempengaruhi selanjutnya. Jika dari awal peserta didik sudah tidak menyenangi guru atau bahkan materi. Maka akan sulit pula sisiwa untuk menyerap materi yang diberikan.


5 KOMPONEN MENGAJAR:
1.      Teaching as a science
Adalah guru merupakan sosok pribadi manusia yang memang sengaja dibangun untuk menjadi tenaga profesional yang memiliki profesiensi (berpengetahuan dan berkemampuan tinggi) dalm dunia pendidikan yang berkompenten untuk melakukan tugas mengajar.
Siapapun, asal memiliki profesiensi dalam bidang ilmu pendidikan akan mampu melakukan perbuatan mengajar dengan baik. penguasaan seseorang guru atas materi pelajaran bidang tugasnya adalah juga penting, tetapi yang lebih penting ialah penguasaanya atas ilmu-ilmu yang berhubungan dengan tugas mengajarnya. Karena belajar itu merupakan sebuah ilmu ditularkan untuk orang lain.
2.      Teaching as a technoloy
Suatu metode pembelajaran yang menuntut siswa,guru,maupun pihak sekolah untuk bisa mengikuti kemajuan teknologi. Supaya lebih gampang dalam memahami pelajaran yang telah diberikan. Karena teknologi sekarang sudah semakin maju seiring berjalannya waktu.
3.      Teaching as an art
Pembelajaran sebagai seni yaitu mengajar merupakan suatu bakat yang dimiliki seorang guru untuk memberikan materi. Karena dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk menyampaikan materi dengan benar dan tepat. Karena tidak semua  oarang mampu dan bisa berbicara didepan siswa apalagi menjadi guru.
4.      Teaching as value
Merupakan proses pembelajaran yaqng membentuk nilai perilaku peserta didik.
5.      Teaching as a skill
Suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang untuk membentuk peserta didik yang dapat terampil dalam proses melakukan suatu pekerjaan atau percobaan.

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar