Entri Populer

Rabu, 24 Oktober 2012

KRIMINALITAS

A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Secara Etimologis, kriminalitas berasal dari kata criminal atau crimen yang berarti kejahatan. Secara Terminologi, Kriminalitas berarti suatu tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Kriminologi merupakan ilmu pengetahuan yang baru berkembang pada abad ke 19, kelahiran kriminologi sebagai ilmu pengetahuan, karena hukum pidana baik materiil maupun formal serta sistem penghukuman sudah tidak efektif lagi untuk mencegah dan memberantas kejahatan, bahkan kejahatan semakin meningkat dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan tidak efektifnya hukum pidana maka para ahli mulai berpikir untuk mengadakan penelitian bahwa subjek kriminalitas adalah orang yang melakukan kejahatan itu sendiri, sedangkan objeknya adalah korban tindak kriminalitas. Hal ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya kriminalitas.
Sekarang ini masyarakat semakin susah untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, harga-harga yang melambung tinggi, sementara pendapatan masyarakat semakin menurun membuat banyak orang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, banyak perusahaan-perusahaan besar maupun kecil  yang bangkrut. Hal ini mengakibatkan PHK besar-besaran di segala bidang pekerjaan.
Jumlah pengangguran yang sebelumnya sudah tinggi semakin menjulang. Bagi masyarakat secara keseluruhan pengangguran menimbulkan masalah kriminal, dan dapat menimbulkan kekacauan sosial politik seperti demonstrasi dan lain-lain. Sebuah studi menunjukkan, bahwa jenis kriminalitas bermotif ekonomi lebih mencemaskan daripada jenis kejahatan dengan motif emosi, seperti pembunuhan, penganiayaan, karena alasan-alasan pribadi antara lain dendam, cemburu, menjaga nama baik, dan sebagainya. Sebabnya pertama-tama adalah, bagi kejahatan bermotif ekonomi ini, siapapun adalah potensial menjadi korban. Kedua, berbeda dengan kejahatan bermotif emosi, dimana pelaku dan korban biasanya telah saling mengenal, kejahatan bermotif ekonomi ini lazim disebut dengan kejahatan orang-orang asing (stranger) yang mana kejahatan yang bisa terjadi kepada siapa saja tanpa melihat siapa korbanya.
Pendapat dari G.Von Mayr (1841-1825) menyatakan bahwa dalam perkembangan antara tingkat pencurian dengan tingkat hagra gandum terdapat kesejajaran.tiap-tiap kenaikan harga gandum 5 sen dalam tahun 1835-1861 di byern, jumlah pencurian bertambah 1 (satu) diantara (100.000) penduduk (Tono Santoso,S.H, Eva Achyani Zulfa, S.H, 2001 : 5)
Kejahatan dengan motif ekonomi memiliki berbagai macam ragam variasi mulai dari Perampokan yakni kejahatan yang terjadi dengan merampas harta yang di miliki si korban dengan kekerasan dan tidak segan-segan membunuh korbanya jika ia memberontak, kemudian Penjambretan dan Pencopetan yakni kejahatan motif ekonomi yang dilakukan dengan mengambil secara diam-diam harta yang dibawa korban (pencopetan), maupun secara terang-terangan (penjambretan) dan kemudian pelaku melarikan diri.
Kejahatan motif ekonomi yang paling sering terjadi dilingkungaan kampus adalah pencurian. Pencurian adalah salah satu tindakan kriminalitas yang sangat merugikan dimana tersangka mengambil barang/uang saat sang korban lengah, hal ini jelas sangat merugikan. Dari latar belakang yang disebutkan diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian sosial mengenai kriminalitas di wilyah Gunung Pati Semarang.
Hasil penelitian dengan statistik kriminal dapat dipergunakan untuk menentukan menentukan tindakan-tindakan yang harus diambil terhadap penjahat, agar diperoleh reaksi yang tepat bagi tiap-tiap bentuk kjahatan atau sesuai dengan keadaan penjahat dengan menggunakan kebijakan kriminal (prof. DR. Bambang Poernomo, S.H, 1976 : 41)







B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka masalahnya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apa yang mendasari banyaknya kasus kriminalitas di Gunung Pati Semarang ?
2.      Apa dampak dari kasus-kasus kriminalitas yang terjadi terhadap aktifitas masyarakat di wilayah gunung Pati, Semarang ?
3.      Tindakan apa yang harus diambil guna meminimalisir tindak kriminalitas?

C.    TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai dari mempelajari kriminalitas yang terjadi di daerah gunung pati antara lain :
1.      Mengetahui hal-hal yang melatar belakangi banyak terjadinya kasus kriminalitas di wilayah Gunung Pati Semarang.
2.      Menjelaskan tentang dampak yang ditimbulkan tindak kriminalitas diwilayah Gunung Pati, Semarang.
3.      Memberikan solusi sederhana dan tepat untuk meminimalisir tindak kriminalitas di kecamatan Gunung Pati, Semarang.

D.           LANDASAN TEORI
Social Bond Theory oleh Travis Hirschi, melihat bahwa seseorang dapat terlibat kejahatan karena terlepas dari ikatan-ikatan dan kepercayaan-kepecayaan moral yang  seharusnya mengikat mereka ke dalam suatu pola hidup yang patuh kepada hukum (Conklin, 1969). Ikatan sosial yang dimaksud oleh Hirschi ini terbagi ke dalam empat elemen utama. Keempat elemen itu adalah attachment, yaitu ikatan sosial yang muncul karena adanya rasa hormat terhadap orang lain; commitment, yaitu pencarian seorang individu akan tujuan hidup yang ideal dan konvendional; involvement, yaitu keterlibatan individu di dalam kegiatan konvensional dan patuh; dan belief, yaitu keyakinan atas nilai dan norma sosial. Ikatan-ikatan sosial ini dibangun sejak masa kecil melalui hubungan emosional alamiah dengan orang tua, guru, teman sebaya. (Bynum & Thompson, 1989).
Frank Tannenbaum (1938), kejahatan bukan sepenuhnya dikarenakan individu kurang mampu menyesuaikan diri dengan kelompok, tetapi dalam kenyataannya, individu tersebut telah dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan kelmpoknya. Oleh karena itu, kejahatan terjadi karena hasil konflik antara kelompok dengan masyarakat yang lebih luas, di mana terdapat dua definisi yang bertentangan tentan tingkah laku mana yang layak.
Teori Disorganisasi Sosial memiliki fokus pada kondisi di dalam lingkungan, di mana terjadinya lingkungan yang buruk, kontrol sosial yang tidak memadai, pelanggaran hukum oleh gang atau kelompok sosial tertentu, dan adanya pertentangan nilai-nilai sosial. Strain Theory memiliki fokus terhadap suatu konflik antara tujuan dan cara-cara yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan distribusi kekayaan dan kekuatan (kekuasaan). Kondisi seperti ini menyebabkan frustasi bagi kalangan tertentu sehingga berusaha mencari cara alternatif untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Teori ini kemudian memiliki turunannya sendiri, yang disebut sebagai Teori Anomi, yaitu teori yang memandang bahwa orang-orang memiliki paham yang sama akan tujuan dari masyarakat, tetapi kekurangan cara untuk mencapainya sehingga mencari jalan alternatif, seperti kejahatan.  Teori ini kemudian dapat menjelaskan angka kejahatan kelas bawah yang tinggi.
Teori Struktur Sosial Para pakar Teori Struktur Sosial meyakini bahwa kekuatan-keuatan sosial-ekonomi yang beroperasi di alam area-area kelas sosial-ekonomi rendah yang buruk mendorong sebagian besar penduduknya ke dalam pola tingkah laku kriminal. Posisi kelas ekonomi yang tidak beruntung adalah penyebab utama dari kejahatan.





E.            ANALISIS
E.1 GAMABARAN UMUM
            Secara estimologis, kriminalitas berasal dari kata kriminal atau crimen yang berarti kejahatan. Kriminalitas berarti tindak pidana kejahatan yang dilakukan seorang atau lebih dengan cara-cara yang tidak sesuai nilai dan norma yang berlaku.
Kriminalitas merupakan salah satu kenyataan dalam kehidupan yang mana memerlukan penanganan secara khusus. Hal tersebut dikarenakan tindak kriminal dapat menimbulkan keresahan dalam kehidupan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, selalu diusahakan berbagai upaya untuk menanggulangi kejahatan tersebut, meskipun dalam kenyataan sangat sulit untuk memberantas kejahatan secara tuntas karena pada dasarnya kejahatan akan senantiasa berkembang pula seiring dengan perkembangan masyarakat.
Perilaku kejahatan yang akhir-akhir ini dirasakan semakin tinggi intensitasnya, baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Akhir-akhir ini sering terdengar perlakuan kriminal. Banyak kejadian kriminalitas yang terjadi di daerah gunung pati, semarang, antara lain : pembunuhan, pencurian, penjambretan, dll.
 banyak alasan yang mendasari hal-hal yang tidak mengenakan tersebut, misalnya:
pembunuhan, pembunuhan  mempunyai alasan-alasan mulai dari dendam pribadi, masalah-masalah umum, dll.
Selain itu kondisi ekonomi juga ikut andil dalam meningkatnya kasus kriminalitas. Kondisi ekonomi dapat mendesak seseorang untuk menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutahan seseorang. misalnya pencurian, penjamretan, yang sering terjadi di daerah gunung pati.
Kriminalitas merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat yang mana dalam kasusnya selalu di ikuti dengan kerugian harta benda bahkan nyawa atau hanya sekedar menimbulkan keresahan terhadap masyarakat disekitarnya.



E.2 DATA PENDUKUNG
Pembunuhan di gunung pati


E.3 ANALISIS
            Pembunuhan merupakan tindak kriminalitas yang sering kita jumpai di berbagai daerah.misalnya yaitu di daerah gunung pati, semarang. Terjadi suatu kriminalitas yaitu pembunuhan : dengan bermotif pembunuhan berencana terhadap Bayu Saputra (22) warga Jalan Wonodri Kopen Semarang yang mayatnya ditemukan di pinggir jalan raya Gunungpati - Ungaran akhirnya terungkap. Ketiga pembunuh itu adalah Andik Prasetyo Febrianto (32) warga Jalan Kumudasmoro Semarang, Triyono (14) warga Jalan Srinindito Ngemplak Simongan Semarang, Ari Ragil Kristiani (18) waraga Dusun Kuripan Baru Mijen Semarang yang merupakan istri siri andik.
Kapolsek Gunungpati Kompol Purwoko kepada Rasika FM mengatakan, Pengungkapan kasus pembunuhan berencana ini berawal setelah diketahui identitas korban yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bacok di sekujur tubuh dan leher nyaris putus itu terbungkus tikar dan jas hujan dengan kondisi terikat karet ban. Pembunuhan dilakukan oleh Andik dan Yono sedangkan Ari yang merupakan teman korban bertugas mempertemukan korban dengan kedua tersangka.
Dari pengakuan Andik dirinya tega menghabisi korban karena terdesak permasalahan ekonomi. Keinginannya untuk memiliki sepeda motor korban adalah untuk melunasi hutang istri sirinya sebesar Rp. 4 juta. Sementara sepeda motor korban hanya laku Rp. 2,7 Juta saja.
Kasus lain dari kriminalitas yaitu pecurian yang terjadi di kalangan mahasiswa unnes, antara lain pencurian laptop, Hp, sepeda motor, dll.sebuah kasus pencurian laptop berhasil dibekuk oleh Mapolsekta Gunungpati, seorang pencuri yang kerap beraksi di kos-kosan di daerah setempat. Pelaku diketahui bernama Heri Purwoko (35) warga Jomblang Legok, Candisari. Dia ditangkap ketika beraksi di sebuah rumah kos Jalan Taman Siswa Sekaran, kemarin.Kapolresta Semarang Selatan AKBP Nurcholis melalui Kapolsekta Gunungpati AKP Shulton mengatakan, pelaku berhasil ditangkap tangan ketika mencuri laptop milik Noni Noviah (20), warga Jlubang Pantirejo, Pekalongan di sebuah rumah kos tersebut.  “Bersama tersangka kami amankan barang bukti berupa satu laptop merek Compaq,” kata Kapolsek.
Dampak yang diakibatkan dari kriminalitas adalah kerugian materiil yang diderita oleh para korban, mental atau psikologis terhadap kriminalitas pembunuhan yang berefek pada orang-orang yag ada di sekitarnya.

E.4 SOLUSI
Kriminalitas sangat sulit untuk di berantas secara tuntas karena pada dasarnya kejahatan akan senantiasa berkembang pula seiring dengan perkembangan masyarakat, akan tetapi tindak kriminalitas dapat di cegah sedini mungkin yaitu dengan cara-cara sebagai berikut :
1.      Meningkatkan sistem keamana disekitar lingkungan gunung pati, misalnya:   dengan adanya siskamling secara berkala setiap saat.
2.      Untuk mencegah tindak kriminalitas kita harus lebih berhati-hati dalam menjaga atau menaruh barang-barang berharga, untuk meminimalisasi kesempatan tindak kriminalitas.
3.      Sesegera mungkin membuat laporan kepada kepolisian jika terjadi tindak kriminalitas, agar sesegera mungkin masalah tersebut cepat teratasi.
4.      Memberikan hukuman yang setara dengan apa yang telah diperbuatnya.
5.      Memberikan rehabilitasi dan ketrampilan kepada pelaku tindak kriminlitas.agar pelaku dapatmendapat pekerjaan yang lebih baik.
6.      Memberikan basic dasar agama kepada seseorang sejak kecil, agar tidak melakukan tindak kriminal yang dilarang oleh agama manapun.
7.      Peningkatan dan pemantapan aparat penegak hukum yaitu meliputi pemantapan organisasi, personal, sarana, prasarana, untuk dapat mempercepat penyelesaian perkara-perkara pidana.
8.      Perundang-undangan berfungsi untuk menganalisis dan menekan kejahatan dengan mempertimbangkan masa depan.
9.      Koordinasi antara aparatur penegak hukum dan aparatur pemerintah lainnya yang saling berhubungan dan saling mengisi untuk meningkatkan daya guna penanggulangan kriminalitas.
10.  Partisipasi masyarakat untuk membantu kelancaran pelaksanaan penanggulangan kriminalitas.

F.            KESIMPULAN
Dari penelitian tentang kriminalitas yang telah diuraikan diatas maka dapat kami simpulkan sebagai berikut :
Penyebab yang medasari terjadiya kriminalitas antara lain faktor ekonomi, itu yang mendorong seseorang untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkanya. Faktor lain adalah pendidikan,dendam pribadi,dll
Dampak yang diakibatkan dari kriminalitas adalah kerugian materiil yang diderita oleh para korban, mental atau psikologis terhadap kriminalitas pembunuhan yang berefek pada orang-orang yang ada di sekitarnya
Solusi secara garis besar terhadap permasalahan kriminalitas yaitu dengan meminimalisir kesempatan seseorang bertindak kriminal misalnya pencurian, menanamkan basic dasar agama kepada seseorang sejak kecil, agar tidak melakukan tindak kriminal yang dilarang oleh agama manapun
Koordinasi antara aparatur penegak hukum dan aparatur pemerintah lainnya yang saling berhubungan dan saling mengisi untuk meningkatkan daya guna penanggulangan kriminalitas. Serta Partisipasi masyarakat untuk membantu kelancaran pelaksanaan penanggulangan kriminalitas.

G.           SARAN
Dari penelitian tentang kriminalitas yang telah diuraikan diatas maka sebaiknya kita dapat mengambil dan memetik nilai-nilai pelajaran yang terkandung di dalamnya untuk meminimalisir terjadinya sebuah kriminalitas.dan juga kita tidak berani melakukan tindak kriminalitas yang dilarang oleh undang-undang dan merugikan masyarakat.
           
H.           DAFTAR PUSTAKA
Atmasasmita, Romli. Teori Dan Kapita Selekta Kriminologi. Bandung: PT Eresco, 2004
Mustofa, Muhammad. Kriminologi. Jakarta: FISIP UI Press, 2007.
SUARA MERDEKA CETAK - Maling Laptop Dibekuk.htm/di unduh tgl 25 nov 2011
Rasika Digital Radio 2.0 » Blog Archive » 3 Tersangka Pembunuhan Gunungpati Terancam Penjara Seumur Hidup.htm/diunduh tgl 25 Nov 2011
Abdussalam. Kriminologi. Jakarta: Restu Agung, 2007

              

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar